Mengapa kebutuhan akan informasi tambahan semakin meningkat di era digital? Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak kita, terutama di tengah maraknya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam era digital seperti sekarang, informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui internet. Namun, mengapa tetap saja kebutuhan akan informasi tambahan semakin meningkat?
Menurut Dr. Andi Anugrah, seorang pakar teknologi informasi dari Universitas Indonesia, fenomena ini disebabkan oleh adanya perkembangan informasi yang begitu pesat di era digital. “Dulu, informasi hanya bisa didapatkan melalui buku atau koran. Namun, sekarang dengan adanya internet, informasi dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja,” ujar Dr. Andi.
Tidak hanya itu, tren penggunaan media sosial juga turut mempengaruhi meningkatnya kebutuhan akan informasi tambahan di era digital. Menurut data yang dirilis oleh We Are Social dan Hootsuite pada tahun 2021, pengguna media sosial di Indonesia mencapai angka 196 juta pengguna. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya informasi tambahan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di era digital ini.
Selain itu, kebutuhan akan informasi tambahan juga dipicu oleh persaingan yang semakin ketat di berbagai bidang, baik itu bisnis, pendidikan, maupun karir. Menurut Prof. Dr. Bambang Suhendro, seorang ahli manajemen dari Universitas Gadjah Mada, “Di era digital ini, informasi adalah kunci utama untuk bisa bersaing dan tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.”
Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan akan informasi tambahan memang semakin meningkat di era digital ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus meningkatkan literasi informasi dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Albert Einstein, “Informasi bukanlah pengetahuan. Yang penting adalah bagaimana kita menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dan mendalam.”
