Hoaks atau informasi palsu semakin marak di era digital seperti sekarang ini. Banyak orang yang terjebak dan percaya begitu saja dengan informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menghindari hoaks dengan membaca berita terpercaya.
Menurut pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Mochamad Solichin, “Membaca berita terpercaya adalah langkah yang tepat untuk menghindari penyebaran hoaks. Kita harus bijak dalam menyaring informasi dan tidak langsung percaya begitu saja dengan apa yang kita baca di media sosial.”
Berita terpercaya adalah informasi yang telah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat. Media-media terkemuka seperti BBC, Reuters, dan CNN seringkali menjadi pilihan yang baik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Sayangnya, masih banyak orang yang lebih memilih untuk membaca berita yang tidak jelas sumbernya hanya karena sensasional. Hal ini tentu saja membuka peluang bagi penyebaran hoaks untuk semakin merajalela.
Dalam hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghindari hoaks. “Masyarakat harus lebih kritis dan selektif dalam memilih sumber informasi. Jangan terburu-buru membagikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Jadi, daripada terjebak dalam informasi palsu, lebih baik kita membiasakan diri untuk membaca berita dari sumber yang terpercaya. Dengan demikian, kita dapat menjadi bagian dari masyarakat yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks. Ayo, mulai sekarang, mari kita bersama-sama menghindari hoaks dengan membaca berita terpercaya.