Dalam era digital seperti sekarang ini, sumber berita online dan cetak menjadi dua jenis media yang paling sering diakses oleh masyarakat. Namun, pertanyaannya adalah, mana yang lebih dipercaya? Apakah berita online lebih akurat daripada berita cetak, atau sebaliknya?
Menurut seorang ahli media, Dr. Siti Zuhro, sumber berita online dan cetak memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. “Berita online seringkali lebih cepat dalam menyampaikan informasi terkini, namun keakuratannya masih sering dipertanyakan karena banyaknya hoaks dan berita palsu yang beredar di dunia maya,” kata Dr. Siti.
Di sisi lain, berita cetak cenderung lebih terpercaya karena melalui proses editorial yang ketat sebelum diterbitkan. Menurut Pemimpin Redaksi sebuah surat kabar terkemuka, Bambang Surya, “Berita cetak melalui proses penyuntingan yang ketat dan verifikasi fakta sebelum dicetak, sehingga keakuratannya lebih terjamin daripada berita online yang seringkali hanya mengutip informasi dari sumber yang tidak jelas.”
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi telah membuat sumber berita online semakin populer di kalangan masyarakat. Dengan akses yang mudah melalui smartphone dan internet, berita online menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk mendapatkan informasi terkini.
Namun, kecenderungan untuk mempercayai berita online tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut juga menjadi masalah tersendiri. Menurut Dr. Siti, “Penting bagi masyarakat untuk selalu kritis terhadap informasi yang diterima, baik dari sumber berita online maupun cetak. Verifikasi fakta dan cross-check dengan sumber lain menjadi langkah yang penting dalam memastikan keakuratan informasi yang diterima.”
Jadi, kembali ke pertanyaan awal, sumber berita online atau cetak, mana yang lebih dipercaya? Sebenarnya, tidak ada jawaban pasti. Kedua sumber informasi tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Yang terpenting adalah kemampuan kita sebagai pembaca untuk selalu kritis dan bijak dalam menyaring informasi yang diterima, tanpa terpengaruh oleh popularitas atau sumber informasi itu sendiri.
